14. Tentang Lala dan Pipit

1062 Kata

Suara bel berbunyi langsung membuat anak kelas berseru heboh. Jaka melirik jam di tangannya, memperhatikan anak muridnya semua. "Yang lain boleh keluar. Kecuali Sani dan Lala," ujar Jaka. Para murid pun langsung berjalan berdesakan keluar dari kelas. Setelah semuanya keluar dan meninggalkan Jaka dan kedua anak muridnya. Sani dan Lala. Jaka mengarahkan tangannya keudara, memanggil kedua anak itu. "Kemari." titahnya. "Bawa kursi kalian masing-masing dan duduk di depan saya ini." lanjut Jaka. Kedua muridnya itu patuh, meskipun wajah Lala terlihat ogah-ogahan. Sudah malas mau ngapain-ngapain apalagi mengetahui guru kesayangannya sudah meninggal dunia. Jaka memperhatikan kedua muridnya berjalan mendekat kearahnya. Setelah itu duduk santai di seberang mejanya. Jaka menautkan kedua tangannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN