13. Tentang Sani

1167 Kata

"SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG, JANGAN MANJAIN ANAK ITU?!" "YANG ADA DIA BUAT NAMA KELUARGA KITA MALU?! PAHAM KAMU?!" Pemuda itu memejamkan matanya sejenak. Menghela napas sebentar, menarik earphone nya dari dalam laci. Kemudian memasangnya dan mulai fokus memainkan game di layar komputernya. Berharap suara-suara s****n di luar sana tidak di dengarnya lagi. Lahir di keluarga egois, resikonya sudah begini. Tak sampai sepuluh detik, suara dentuman pintu yang di buka secara kasar mampu membuat pemuda tadi tersentak. Terdiam saat melihat wajah sangar ayahnya. Dia tahu apa yang terjadi selanjutnya. BUGH Tubuhnya langsung tersungkur ke lantai. Sani — pemuda itu lantas mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Luka kemarin lusa belum sembuh dan sekarang malah di tambah dengan luka baru. Miris s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN