31. Maaf

1064 Kata

Kalea menggenggam jemari Elric erat. Sesekali memainkannya, menautkannya dengan jemarinya sendiri. Operasinya berjalan lancar, tapi Elric masih belum sadar juga. "Nak, pulanglah dan istirahat. Aku akan menggantikan mu menjaga anak bebal ini." Kalea tertawa kecil mendengar pak tua memanggil Elric bebal. Sejak kemarin pak tua menggerutu. Pasalnya ia merasa kesal karena Elric meminta bantuan hanya dengan mengirimkan pesan darurat pukul 01.30 dini hari. Untung saja pak tua punya kebiasaan bangun untuk tahajud. Jika tidak, mungkin ia akan sangat terlambat dan membuat Elric tidak bisa diselamatkan. "Saya tidak apa apa, Pak. Bapak saja yang beristirahat." "Kau juga ikutan bebal ya gadis kecil." Pak tua menarik kursi plastik, duduk di sebelah. "Kau suka yang mana, Nak? Yang ini atau kakakny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN