30. Kembali pada Adam

1224 Kata

Sesampainya di rumah sakit, Elric segera dibawa ke ruang gawat darurat. Melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru di tubuhnya. Kalea duduk pasrah di kursi tunggu. Menghapus air matanya sambil sesekali masih sesegukan. "Nak, kau juga harus diperiksa, ayo." Kalea menggeleng "Saya mau di sini." Pak tua hanya menghela napas. Melihat keadaan Kalea, ia bisa membaca bahwa gadis ini tidak akan bisa dipaksa. "Kau terluka dimana saja, nak? Akan ku ambilkan obatnya." "Ini dan ini." Kalea menunjukkan pergelangan tangannya yang lecet karena diikat tali kasar dan juga pipinya yang bengkak setelah ditampar. "Tunggu sebentar di sini." Kalea mengangguk kecil. Ia menatap kosong sekeliling, lorong sepi. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi dini hari. Dengan langkah pelan Kalea mendekat ke jendela ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN