Nafas Kalea tercekat menyaksikan Elric langsung jatuh terduduk. P*ha kirinya tertembus peluru, mengucurkan darah segar. "Meleset ya, bukan p*ha yang kutargetkan. Haha sepertinya aku mabuk berat." Elric menarik napas panjang. Menutup matanya sejenak. Pria di depannya bukan hanya mabuk alkohol, tapi juga mabuk obat obatan terlarang. "Lakukan dari jarak dekat... supaya tidak meleset." Elric, dengan suara tercekat, berbicara menantang. Kalea menggeleng pelan. Ia tidak mengerti kenapa Elric malah memprovokasi pria yang sedang menodongkan pistol ini. Hei pria ini tidak sedang bercanda, ia benar benar bisa menembakkan pelurunya. "Heh! Dasar pemuda licik. Kalau aku mendekat padamu dan melepaskan sandera ini kau pasti akan langsung menyerangku tanpa ragu. Kau pikir aku bodoh?! Macan jantan se

