Bab 9. Ikut Aturan ku ** Aku sudah datang pukul empat dini hari ke lahan yang akan mereka kerjakan. Sudah setengah jam aku menunggu namun mereka tak kunjung datang. Mereka lalai akan pekerjaan mereka. Aku benar benar merasa muak. Ku hubungi Denis lewat panggilan namun tak dijawabnya. Aku mendengkus kesal karena perbuatan mereka, bisa bisanya mereka menyuruhku menunggu padahal mereka yang butuh diriku. Gawaiku bergetar, panggilan dari Denis. Dengan rasa jengkel kuangkat telepon darinya. "Dimana kamu Denis, dasar penipu. Ini sudah jam berapa. Bisa bisanya kamu menipuku. Kalau kalian tidak datang kesini, kalian akan berurusan pada pihak berwajib dan ingat jangan cari aku lagi!" kataku dengan emosi karena menunggunya datang. "Maaf Risma, Ibu kambuh dan Vera serta Sari sangat kelelahan mer

