Bara membuka mata, ia tengah terbaring dengan tubuh bertelanjang d**a. Selimut tebal membalut kakinya hingga ke pinggang. Di kasurnya yang empuk, Sahira terduduk seraya tersenyum. Tangannya terulur menggapai pipi Bara dan mengelusnya lembut. Cahaya matahari yang menyusup melalui celah jendela, menyilaukan pandangan cowok itu hingga tak bisa melihat dengan jelas wajah cantik Sahira. "Selamat pagi, Bar." Halusnya suara gadis itu seolah memberinya semangat, Bara tanpa ragu tersenyum, memeggang telapak tangan Sahira yang masih melekat di pipinya. "Pagi, Ra." Bara bergumam, matanya terpejam, merasakan kehangatan. Namun dalam sekejap, suara ketukan pintu mengejutkan cowok itu hingga terduduk kaku. "Sahira?" nama itu keluar begitu saja, matanya menjelajahi seisi kamar tetapi tidak menemukan ke

