Sesaat dunia Sahira terasa hilang. Semangatnya terhadap kehidupan kian meredup sejak perginya Bara seminggu lalu. Waktu ke waktu ia lewati dengan menyendiri, menangis, menyayat lengannya sendiri dengan cutter, bahkan meninggalkan kebutuhannya seperti tidak makan dan jarang minum. Harapannya kembali bersatu dengan Bara kini pupus karena sering kali dia memergoki mantan kekasihnya itu bersama Atries dan tengah bermesraan. Vero yang sadar akan sikap Sahira yang murung, datang menemui gadis itu yang tengah menyiram beberapa bunga di taman. Tatapannya kosong, tangannya tampak bergerak namun seolah tidak fokus. Vero merebut selang air dari tangan Sahira, gadis itu terkesiap kemudian menoleh kakaknya itu dengan pandangan takut-takut. "Lo kenapa nangis?" tanya Vero, kedua matanya menatap Sahira

