Pov Adzkya “Kalau kamu mau itu, naik saja. Aku naik taxi.” Dia menjawab cepat. Lagi-lagi aku mematung. Rupanya selain suka menghilang, irit bicara, lelaki yang sudah menjadi suamiku itu jugta ternyata keras kepala. Perjuanganku masih panjang, rupanya. Untung aku sudah diajarkan menjadi perempuan tangguh versi Mami. Kita lihat saja, berapa lama kamu akan bertahan dengan sikapmu yang menyebalkan ini, Mas? Aku berani bertaruh, kamu akan segera bucin padaku seperti pada novel-novel yang k****a sebelumnya. “Bapak pulang saja. Saya ikut Mas Kenzo, naik taxi.” “Tapi, Non?” Pak Tomo hendak menyela. Hanya saja aku menagangakat tangan ke atas, Pk Tomo sudah paham, jika aku tak ingin didebat. “Baik, Non.” Aku langsung masuk ke dalam taxi, menemukan lelaki tampan yang tampak tengah cembe

