"Shiren! Keluar dong sekarang! Bawa duit cepek!" "Hah?" Shiren sudah tidur cantik saat tiba-tiba Damar menghubunginya. Kesadaran Shiren masih belun kembali. Dia merasa saat ini setengah bermimpi. "BANGUN! KELUAR KE GERBANG! BAWA DUIT CEPEK BUAT BAYARIN TAXI GUE! GUE ADA DI DEPAN RUMAH LOE!" Shiren mengerjap-ngerjapkan mata, mulai mengumpulkan kesadaran. Dengan linglung, dia menatap jam di meja nakas yang menunjukkan malam telah sangat larut. Shiren menatap ponselnya, mendapati nama 'Orang Tengik' muncul di layar utama. Eh. Sejak kapan Damar menghubunginya? "Damar? Loe nelfon gue? Ada apa?" Kali ini Shiren sudah sepenuhnya sadar. "KELUAR KE GERBAAAANG! GUE ADA DI DEPAN RUMAH LOE!" "HAH? NGAPAIN? SEJAK KAPAN LOE STALKERIN HIDUP GUE?!" Shiren membalas teriakan Damar dengan ter

