"Damar! Papa serius. Kalau kamu masih main-main dengan hidup kamu, Papa akan coret kamu dari daftar keluarga!" Bambang Wicaksono memberi ultimatum keras malam ini. Dia sudah bersabar. Sangat bersabar dengan tindakan putranya. Perusahaan keluarga adalah apa yang telah Bambang atur untuk Damar. Tetapi lihat kelakuan anak itu. Bukannya mengelola dengan baik, dia justru bekerja sebagai karyawan wahana wisata dengan gaji kecil dan menjabat sebagai staff ticketing. Bambang sudah lama malu dengan sikap putranya. Dia tak memiliki wajah untuk tetap mengangkat kepalanya pada rekan-rekannya. Pemberontakan putranya selalu menorehkan noda sendiri dalam hidup Bambang. "Damar! Kali ini dengerin Papa!" Seorang wanita paruh baya dengan kecantikan alami duduk di sisi Bambang Wicaksono. Wajah wanita ini

