Damar menatap sepasang suami istri di hadapannya dengan kening berkerut. Mata Damar tertuju pada leher Shiren. Di sana, terdapat beberapa jejak-jejak kemerahan. Damar menatap semakin ke bawah, tetapi segera dihentikan oleh Shiren. Wanita itu dengan salah tingkah menaikkan kerah seragam kerjanya, membuat tanda-tanda kemerahan miliknya tertutupi sebagian besar. Wajah Shiren jelas tampak tak nyaman. Melihat pemandangan ini, Damar mencengkeram cangkir keramik kuat-kuat, seolah-olah siap menghancurkan benda rapuh dalam genggamannya. Orang bodoh pun tahu itu adalah bekas ciuman brutal. Zafran telah menyentuh wanita yang ia cintai. Satu-satunya wanita yang mampu menggerakkan hati Damar. Jangan tanya bagaimana perasaan Damar kali ini. Dia siap membalikkan apa pun yang ada di sekelilingnya. Sakit

