Kedatangan Mario

1245 Kata

"Keluar!" Mario memerintahkan Shiren yang kini melongo terkejut dari dalam ruang loket. Mario menundukkan kepala, menatap bagian dalam loket melalui kotak loket untuk transaksi uang yang hanya berukuran lima belas kali tiga puluh cm. Tatapan mata Mario tajam. Dia saat ini jelas memfokuskan seluruh perhatiannya pada Shiren, tak peduli pada yang lain. "Gue?" Shiren menunjuk dirinya sendiri. Mario mengangguk kecil, tak ingin dibantah. "Loe suruh gue keluar?" Shiren masih tak mengerti. Jam menunjukkan pukul dua siang. Jika Si Botak tahu Shiren keluar loket sesukanya, bisa dipastikan riwayatnya berakhir. "Gue hitung sampai tiga. Kalau nggak, gue yang masuk ke loket!" Mario sudah tak lagi peduli. Dia hanya ingin wanita itu keluar untuk ia bawa ke tempat lain. Persetan dengan semuanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN