Mario membawa Shiren ke sebuah villa di daerah puncak. Perjalanan ini menghabiskan waktu sekitar satu jam. Lalu lintas termasuk lancar, belum masuk jam pulang kantor sehingga tidak menemui kemacetan. Mario membuka gerbang villa seorang diri, membawa mobil masuk, kemudian menutup gerbang tinggi itu dengan suara keras. Shiren keluar dari mobil, menatap Mario dengan wajah kebingungan. "Loe ngapain bawa gue ke sini? Ini villa siapa?" tanya Shiren, memeluk tubuhnya dengan kedua tangan karena udara dingin. "Gue butuh curhat di tempat yang tenang!" ucap Mario serius. Dia berjalan ke pintu utama, membukanya melalui sebuah kunci. "Tentang kematian nyokap loe?" Shiren menebak. Biasanya, lelaki memiliki masalah yang sengaja dipendam. Masalah yang tidak bisa dikatakan pada semua orang, sehingg

