Malam telah larut. Shiren memutuskan untuk kembali ke ruang pesta. Zafran seharusnya sudah kelimpungan mencari dirinya. Shiren menghilang selama dua jam dan sibuk menikmati malam di teras pondok belakang. Benar saja. Saat ia memasuki ruang pesta, ia berpapasan dengan Zafran dan mereka nyaris bertubrukan. "Gue cari loe ke mana-mana! Lo dari mana aja?" Shiren mundur ke belakang, menatap Zafran yang saat ini seperti tumbuh dua tanduk di atas kepalanya. "Santai, Zaf. Santai! Gue nggak betah di keramaian. Sesek nafas ketemu banyak orang!" Shiren menepuk punggung Zafran, mencoba menenangkan. "Pulang yuk!" ajak Shiren, matanya mengitari seluruh ruangan dan pandangannya berhenti pada Mario yang kini sibuk berbincang dengan beberapa orang berpakaian necis. "Ayo pulang! Gue juga udah sel

