"Dam! Traktir, dong! Loe 'kan punya banyak sabetan! Duit loe dari driver pasti banyak 'kan?" Shiren menodong Damar keesokan harinya. Angel yang mendengar perkataan Shiren, menoleh dengan alis terangkat. "Siapa yang jadi driver?" tanya wanita itu. "Noh! Damar! Siapa lagi?" Shiren menunjuk lelaki yang pagi ini sibuk menyesap rokok di ruang loket. Kalau ketauan Si Botak, pasti dia bakal dimarahi habis-habisan. Ruangan loket 'kan haram dibuat ngerokok. "Iya?" Angel menatap Damar, jelas tak yakin. Kapan Damar yang tak pernah kekurangan uang beralih menjadi driver? Damar hanya mengangkat kedua bahunya, tak peduli. "Dam! Traktir, ya!" Shiren kembali meminta. "Oke!" Damar mengedipkan sebelah matanya, tersenyum hangat. "Mata loe kenapa? Kelilipan?" Shiren melempar kemoceng, menghent

