Aku tak tahu apakah ini cuma perasaanku saja atau tidak. Hanin, wanita itu hanya menyalamiku seujung jari. Terkesan enggan untuk berjabat tangan serta memberikan ucapan selamat. Dia diam, melengos dan berjalan melewatiku. Ada yang membuatku sangat tertarik memperhatikannya. Dia--wanita yang kuingat pernah disebutkan Nirmala sebagai saingan terberatnya memperebutkan Samudra di kantor, kini terlihat akrab dengan Bu Fatimah. Ia juga dekat dengan Bulan. Sedekat apa wanita itu dengan keluarga samudra? Apa aku harus menanyakannya langsung pada suami sahku ini? Atau mencari sendiri jawabannya? Lagi pula suamiku ini diam saja saat diperlakukan begitu oleh wanita itu, apakah memang biasa di kalangan mereka untuk cipika-cipiki saat menyapa atau memberi selamat? Padahal waktu bersalaman dengan Nirm

