Hanin. Wanita ini untuk apa datang ke kamar kami malam-malam? Apa dia tidak tahu kalau kami ingin istirahat? Lagipula darimana dia tahu kamar kami? "Hanin, kamu--" kutarik Mas Sam ke belakang dan aku yang di depan. Tampak kasar atau lancang tapi itu harus kulakukan. "Maaf, ada apa ya? Kenapa bertamu malam-malam begini?" Dengan tegas kutanyakan hal ini pada wanita tersebut. "Maysa, aku--" "Masuklah ke dalam dan pasang pakaianmu, Mas. Tidak sopan menghadapi tamu dengan hanya handuk di badan." Entah darimana aku dapat keberanian memerintahkan hal tersebut padanya. Mungkin ini yang namanya the power of istri sah. "Astaga." Gumaman lirihnya masih dapat kudengar. Lalu Mas Samudra bergegas berlalu masuk ke dalam meninggalkanku dan Hanin di depan. "Maaf, ada apa ya? Apa ada hal yang penting

