Dipulangkan?

1584 Kata

Hanya semalam kami menginap di hotel ini, itupun tanpa terjadi apa-apa. Memangnya apa yang kuharapkan? Sudahlah, aku sendiri malu membayangkan. "Sudah siap?" Kuanggukkan kepala. "Ada yang ketinggalan?" tanyanya lagi memastikan. Hanya gelengan kepala menjawab pertanyaannya tersebut. "Kita pulang," ucapnya setelah itu. Aku diminta berjalan di depan dan dia di belakang dengan membawakan paper bag punyaku berisi pakaian. Sedangkan dia, tampaknya tidak membawa apa-apa. "Kuantar pulang ke rumahmu," ucapnya setelah berada di mobil. "Hah!" Terkaget, mataku melebar mendengarnya. Apa aku mau dipulangkan? Begitu? "Pamit dulu sama keluargamu, baru kita pulang ke rumahku," lanjutnya lagi menjelaskan. Mungkin dia paham arti keterkejutanku. Oh, aku mengangguk baru paham. Kukira dia akan mengirimku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN