Ario hanya bisa membantingnya! Ia marah… Kotak hitam itu ada di mejanya. Saat membaca isinya, semua amarah didirinya begitu membara. Ia mengirimkan pesan pada Irwan untuk masuk ke ruangannya. Tak lama Irwan masuk. Langsung paham saat melihat kotak hitam itu. Lalu membaca pesan dan melihat isinya. “Sundae?” Irwan berpura-pura mengajaknya makan agar bisa ke luar kantor. Ario tidak berkata-kata, langsung mengenakan jaketnya dan memasukkan semua ke dalam tas. Ia tidak mau melihat Emma. Entah ekspresi apa yang terlihat di mukanya nanti. Meski kecurigaan mereka belum terbukti, tapi banyak bukti mengarah pada sekretarisnya itu. Irwan mengikutinya di belakang. “Wan mobilmu, aku rasanya terlalu marah untuk bisa menyetir,” Ario berjalan menuju mobil Irwan. Irwan langsung meminta kunci mobiln

