CINCIN

999 Kata

Selesai makan siang, Ario pergi ke toko perhiasan itu. Saat melihat cincinnya, Ario merasa bahagia. Hasilnya sesuai yang ia mau, ada tulisan namanya dan Ranti di bagian dalam cincin itu. Sambil melangkah ke luar toko, ia berpikir kapan waktu yang tepat untuk melamar kekasihnya? Apa yang harus ia katakan? Mungkin cincin ini harus ia bawa setiap hari, entah kapan keberanian itu muncul, setidaknya barang berharga ini ada dalam genggamannya. Memasuki mobil, Ario mengeluarkannya dari kotak dan memasukannya ke dalam tas kain kecil, lalu menyimpannya di saku. Tidak sabar rasanya. Jantungnya berdegup kencang, apa Ranti akan berkata “Iya”? Ario cukup tahu kalau Ranti menyayanginya, tapi apa pernikahan jadi pilihan baginya, saat ini? Ah.. Ario memutuskan untuk tidak banyak berpikir. Ia hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN