MAU KAMU

1207 Kata

“Kamu serius? Ario ini bukan mimpi?” Ranti menatap Ario yang berbaring disebelahnya, lalu menatap cincin itu. Indah… Ario hanya tersenyum dan memejamkan mata. Kedua tangannya terlipat didadanya. Ia tidak mau bicara apapun, lega rasanya. Keberanian itu muncul. Ranti tahu keseriusannya. Kedua tangan yang lembut itu menggoyangkan tubuhnya, “Ario buka mata kamu, jawab pertanyaanku.” Ario membalikkan badannya membelakangi Ranti. Ia terus tersenyum. “Sayang… Terima kasih, cincin ini indah. Tapi…” Ranti menghentikan ucapannya. Ah tapi kenapa? Apa Ranti tidak menyukai cincin pilihannya? Apa Ranti menolaknya? Ario langsung duduk dan membuka matanya, “Tidak ada TAPI.” Ranti tersenyum lebar, memperlihatkan pesonanya, “Ada tapi sayang…” “Ah tidak, aku tidak menerima penolakan,” Ario membalik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN