PERIH

852 Kata

Pukul 9, Ario terbangun dengan kaget karena tidak pernah bangun sesiang ini. Tapi yang lebih mengagetkan, Ranti ada di sebelahnya. Ario tersenyum lebar, lalu mengecup kekasihnya. Ario kembali merebahkan dirinya dan diam menatap langit-langit. Luka itu mulai terasa perih, tapi tidak mau membiarkan rasa itu menghalangi aktivitasnya. Ario berdiri dan menelepon Irwan. Irwan, “Ya.” Ario, “Luka dijahit ternyata, mesti istirahat. Aku kerja dari rumah hari ini. Nanti ada meeting, aku join virtual-meet.” Irwan, “Ya, nanti jam 10. Emma nanti kirim link. Istirahat dulu. Polisi tadi mengabari, kasus semalam sudah masuk proses. Evan ditahan. Buktinya kuat, itu darah di pisau darah kamu. Nanti hasil dokter kirim aku, buat bukti pendukung.” Ario, “Ok. Wan.. Mmm..” Irwan, “Ya..” Ario, “Thank

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN