Februari 2014 "Kak Ardi!" teriak Alika lantang. Pemuda bernama Ardiansyah Paradirga tidak berhenti, dia melanjutkan langkahnya mantap. Alika dengan segenap kekuatan mengejar Ardi sambil terus berkata, "Kak Ardi bilang, aku ndak butuh keberanian untuk mencintai Kakak. Kak Ardi bilang, aku hanya harus mencintai, dan cinta itu sendiri yang akan memberiku keberanian." Napas Alika terengah, dia berhenti berlari tapi terus meneriaki Ardi. "Tapi sekarang, saat aku memberanikan diri men-cintai Kakak, kenapa Kak Ardi malah menghindari aku? Kenapa, Kak?!" Akhirnya langkah Ardi terhenti. Gemetar samar terlihat pada jemari pemuda yang kini meremas celana levis-nya. "Apa karena aku jelek? Udik, lemot, penyakitan, nyusah-in?" "Maafkan saya, Alika." Tanpa berani menoleh ke arah Alika, Ardi mengat

