Desember 2013 "Kak, serius amat?" "Eh, sudah datang kamu, Al. Yuk kita mulai," balas Ardi dengan senyum manis alami. Gula darah Alika jadi tidak terkontrol, pesona Ardi membuatnya mematung. "Kok malah bengong? Mana tugas kamu. Biar saya bisa segera koreksi." Ardi mengibaskan tangannya di depan wajah Alika untuk mengem-balikan kesadaran si adik tingkat. Tertangkap basah sedang terkesima bikin Alika salah tingkah. Sedikit rasa malu dia tutupi dengan cengiran halus saat mengatakan, "Ehehehe kurang air putih bikin aku jadi ndak fokus. Maaf ya, Kak." Ardi membalas Alika dengan senyuman sabar. Mereka pun mulai serius belajar. Baru kemarin Ardi keluar dari rumah sakit, setelah peristiwa meledaknya panci pressto. Kondisinya belum pulih benar. Namun Ardi tidak mau membuang waktu. Sudah terlalu

