Pengumuman mengenai kandidat penyeleksian olimpiade yang terpilih membuat Iren kehilangan kata-katanya. Setelah berusaha sangat keras, rupanya bukan Iren yang terpilih untuk mengikuti penyeleksian olimpiade, melainkan Jia dari kelas XI IPA 3. Kaki Iren terasa lemas ketika namanya tak ada dalam deretan yang sangat dia harapkan. Rasa sesak memenuhi dadanya saat ini. Iren tidak tahu mengapa semuanya jadi seperti ini di luar rencana. Iren berusaha keras untuk bisa mendapatkan posisi menjadi peserta olimpiade kimia tahun ini. Penyeleksian terakhir telah usai, kini yang ada hanyalah air mata Iren. Rasanya Iren tidak sanggup lagi untuk lama-lama berdiri di papan pengumuman mading. Iren memilih untuk pergi, memegang erat-erat tali ranselnya dan menunduk sepanjang koridor. Iren bingung apa yang

