Part 72

1505 Kata

Sudah pukul tujuh malam, tapi Iren belum juga ingin pulang ke rumah. Iren benar-benar takut dengan kemarahan Mia yang sudah tidak bisa dia bayangkan lagi sebesar apa kemarahannya. Bahkan sejak sepulang sekolah tadi, Iren belum mengaktifikan ponselnya karena dia yakin sekali bahwa Mia pasti akan menghubunginya. Terlebih lagi Iren sudah membolos dua bimbel dan satu les privat bahasa Inggris di rumahnya. Perut Iren terasa sangat lapar karena terakhir kali dia makan saat jam makan siang saja di istirahat kedua. Iren memutuskan untuk mencari tempat makan terdekat, tapi dia hanya menemukan sebuah pedagang nasi goreng gerobak di pertigaan jalan. Iren menghela napas, jika terus berjalan untuk mencari tempat makan lain pasti akan membutuhkam waktu lama. Lagi pula Iren juga sudah lelah berjalan sej

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN