CHAPTER 6. SI GENIUS

1645 Kata
Di sepanjang bu Rani menjelaskan, Arni seringkali melirik-lirik ke arah Kevin yang sejak tadi mendengarkan musik 'Apa bu Rani engga tau, tuh si anak songong dengerin lagu? Untung tadi pas saat pemilihan pengurus inti kelas Kevin menolak jadi kandidat' baru saja Arni berucap demikian di dalam hati, ternyata bu Rani sudah langsung bertanya ke arah Kevin "Al bisa tolong jelaskan ulang dari awal sampai akhir, apa yg ibu terangkan tadi?" Arni tersenyum miring, ia mengangkat dagunya dan menghadap ke arah Kevin dengan pandangan meremehkan 'Rasain loh!!. HaHa'. Terdengarlah penjelasan dari mulut Kevin secara jelas dan lugas. Arni tidak mengedipkan matanya ia menganga ibarat film kartun yang mulutnya tertarik ke bawah dan matanya melotot tak percaya. "----jadi untuk masalah kepribadian bukan di tentukan atas orang lain, tapi oleh kesadaran kita sendiri" Sorakan dan tepuk tangan riuh terdengar ke sepenjuru kelas, bahkan bu Rani pun tersenyum. "Dan mengapa kamu dari tadi menggunakan headset Al?" tanya bu Rani penasaran "Karena bentuk belajar bagaimanapun itu jika kita nyaman akan suasana maka belajar pun akan terasa luar biasa dan saya nyaman belajar menggunakan headset, lagian saya engga tuli yang ketika di tanya, malah nanya ulang" Kevin melirik Arni yang ada di sebelahnya, yang lainpun bertepuk tangan meriah kembali, bahkan bu Rani ikutan bertepuk tangan. Kevin memperhatikan Arni yang masih diam tanpa berkedip menghadap kepadanya, sampai satu alis kevin terangkat 'Loe ga papakan?' tatapan Kevin seperti bertanya ke arah Arni, dan Arni pun mengerjapkan matanya karena ketahuan terang-terangan menatap Kevin sampai ia tersadar bahwa perkataan Kevin menyindir kepadanya perihal tempo hari. Arni mencebikkan mulutnya kesal. Kringgg, Kringgggggg "Oke cukup sampai disini pelajaran ibu!!" bell istirahat berbunyi, bu Rani pamit keluar kelas, sedangkan buku paket tadi di bawa oleh KM dan Wakilnya. Ketika Arni memasukan bukunya ke dalam tas dan hendak keluar dari mejanya, seketika kaki Kevin di pijakkan di pinggiran meja menyebabkan langkah Arni terhenti "Maksud loe 'waspada' apaan?" Kevin menyilangkan tangannya dengan headset yang masih terpasang sambil memejamkan matanya tanpa melirik ke arah Arni Arni yang sempat bingung, langsung tersenyum miring " loe liat aja bentar lagi. Dan......Awas!!" Arni menghentakkan kaki Kevin dengan menendangnya, hingga menyebabkan Kevin mendongkak dengan geraman, belum sempat Kevin meneriaki Arni, Arni sudah berlari keluar kelas bersamaan dengan segerombolan siswi-siswi masuk kedalam kelas dan memborbardir Kevin dengan kerlingan genit, sapaan manja sampai memberikan kotak makan. Dan Sekarang Kevin tahu arti kata 'waspada' yang di maksud Arni. 's****n' Tiba di kantin Arni melirik ke sana kemari mencari sahabatnya Bella yang belum datang ke kantin. Maklum mereka beda jurusan Arni jurusan IPA/MIPA 1 sedangkan Bella IPS/IIS 1. "Hey Ar!" sapa Bela yang langsung duduk di samping Arni bahkan dengan wajah polosnya Bella mencomot tahu krispy milik Arni. "Cielah maen comot aja luh!" decak Arni kesal "Ga papa nyomot makanan, asal jangan nyomot lagi mantan!" Bella masih terus mencomot tahu milik Arni "s***p luh, sejak kapan luh ngomongin mantan?" "Sejak Song Kong Ki bakalan nikah bareng Song Hye Kyo!" "Lah terus apa hubungannya?" Arni mengeryitkan kedua alisnya. Bisa di katakan bahwa Bella ini fans setia negara ginseng Korea, setiap ada yang baru dari mulai Drama, sampai Boy/Girl Band di sana, Bella tak pernah absen untuk mendownload videonya satu-satu bahkan saking cintanya dengan Korea ia mati-matian menonton marathon drama Korea yg belum beres, karena katanya ada drama baru. Dan itu sempat menyebabkan Bella sakit selama satu minggu karena keasyikan begadang nonton drama Korea. Arni hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perilaku sahabatnya itu, ia memang menyukai drama ataupun band-band dari negri ginseng tersebut hanya saja dia tidak se-Fanatik sahabatnya itu. "Lelah atiku bangggg!!!, gue aja yg dengan setiannya nungguin drama per episod dia, ga pernah di lirik, nah ini baru main di satu drama langsung diajak nikah" "Ya kali Song Jong Ki mau sama eluh Beell!" jawab Arni acuh tak Acuh "Loh emang gue kenapa?" "Emang luh mau nikah di umur 17?" "Hihhh~ ngeri gua!!" "Nahkan! Makanya nyari gebetan yg iya-iya aja, contohnya tuh ya seperti ..!!" Arni sedikit menerawang yang kemudian tersenyum manis ke arah sahabatnya. "Seperti siapa?" "Pangeran Arab Saudi!" ucap Arni sambil menerawang jauh "s***p luh!! Itumah tambah ga mungkin!!" ucap Bella kesal sambil melempar tisu ke arah Arni yang sedang menghayal indah. Di lain tempat Kevin mengumpat pelan di dalam toilet siswa dengan di banjiri keringat "Hosh-hosh!!! s****n-s****n-s****n" Kevin menyugar rambutnya dengan penuh frustasi. Flashback. "Kak Al, ganteng unchhh??" "Most Wanted kita ini!" "Di makan ya bekalnya kak Al" Kevin kebingungan dengan kehadiran para siswi-siswi ke kelasnya secara mendadak itu, dia menjadi kewalahan. Namun ekspresi dingin dan datar yang di miliki Kevin berhasil membuat seluruh siswi-siswi fans barunya itu gelagapan karena tidak di respon, hingga akhirnya mereka pergi satu-per-satu. Setelah banyak siswi-siswi datang ke kelasnya dengan memberikan berbagai macam kado dan bekal makan siang. Kevin mengabaikan semua itu dengan mata yang masih terpejam dan tak lupa headset kesayangannya. "Wuihh Al banyak bener! Buat gue ya?" tanya Agus dan kawan-kawan yang melongok masuk ke dalam kelas Kevin. "Terserah!!, gue ga butuh!" kilah Kevin Acuh tak Acuh dan sontak mereka semua kegirangan senang termasuk siswa-siswi yg ada di kelas itu, yg tadi hanya menonton jumpa pers Kevin tanpa niat ikut campur. Bagaimana tidak senang, coklat gratis, makan siang gratis, sampai ada yang memberikan foto mereka dalam bentuk frame yang menurut Kevin 'menjijikan'. "Gue mau ke Loker dulu" ucap Kevin sambil memainkan Hpnya tanpa menoleh ke arah teman-temannya yang sedang asik menikmati berbagai hidangan gratis. " kalau loe ga tau, nih ya Loe tau Koridor perpuskan? Nah banyak lokerkan? Cari aja nomer loker loe Di sana!!" ucap Rizal santai dengan coklat yang belepotan kemana-mana. Kevin hanya menjawab dengan anggukan dan dia melangkah keluar kelas dengan menenteng tasnya, karena sebenarnya ia sudah tau berkat Arni si KetOS s****n. "Perlu di antar? Barangkali lo ga tau?" tawar Agus KW "Gue tau!" jawaban singkat Kevin sudah menyatakan bahwa ia tak butuh di antar dan Agus yang memang sudah Kenal Kevin hanya mengiyakan jawaban simpel dari seorang Kevin Andreansyah Alvaro sahabatnya yang cuek dan dingin itu. Kevin berjalan dengan santai bukannya ia tidak menyadari bahwa di sepanjang jalan banyak siswi-siswi menatapnya dengan perhatian kagum tapi ia mengabaikan mereka dan tanpa berniat untuk melirik sekalipun. Bagaimana para siswi tidak histeris, pagi-pagi Kevin datang ke sekolah dengan menggunakan mobil merah sport miliknya pasalnya kini ia bersekolah bukan di kota-kota besar melainkan tempat yang jauh dari kata kemewahan berlebihan, adapula palingan hanya menggunakan motor ninja atau menggunakan mobil tapi hanya di antar tidak seperti dirinya mengendarai sendiri, mobil mahal pula!!. Guru-gurupun sempat takjub, karena untuk parkiran mobil biasanya hanya di isi oleh guru saja. Bukannya Kevin sombong dengan kekayaannya tapi ia terbiasa tinggal di ibu kota yang mana kemewahan bukanlah hal yang aneh melainkan lumrah dan biasa. Kevin berhenti di loker bernomor 30 iapun mengeluarkan kuncinya. Dan 'klik' loker pun terbuka, tak bisa di bendung surat-surat berjatuhan satu-per-satu. Kevin memutar bola matanya jengah, iapun memunguti surat-surat itu dan membuangnya ke dalam tong sampah. Setelah di rasa lokernya bersih ia membuka tasnya, ketika hendak memasukan buku-buku paket yang sempat ia pinjam di perpus tiba-tiba seorang siswi sudah ada di sebelahnya "Hay Al" ucap Ambar tersenyum manis, Kevin mengerutkan keningnya sampai ia melongokkan kepalanya ke belakang dan ternyata teman-teman!!!!!!!! beberapa siswi sudah berdiri dengan senyuman mereka masing masing ada yg membawa kado, bekal, dan tongsis/tomsis. Dengan terburu-buru Kevin menjejelkan tasnya ke dalam loker dan berancang-acang kabur. Detik berikutnya Kevin Berlari di ikuti para siswi. Berakhirlah ia di toilet siswa, para siswi tidak ada yg berani masuk dan hanya menunggu diluar. Flashback_End. Kevin membasuh wajahnya dengan perlahan-lahan dan setelah ia melirik jam tangan bermerek mahal itu. 'Sudah lama ternyata gue di sini, dan sepertinya gadis-gadis bodoh itu sudah pergi' Kevin memutuskan untuk keluar dari toilet saat ia keluar, ia melihat Arni yang sedang asik memegang hpnya sambil berjalan ke arah Kevin karena di sebelah toilet siswa terdapat toilet siswi, namun Kevin merasa kesal bercampur marah terhadap Arni karena gadis itu tidak menjelaskan perihal 'waspada' yang dimaksudnya. dan menyebabkan Kevin kewalahan di kejar-kejar gadis-gadis gila sebagai fans barunya. Kevin langsung menarik lengan Arni yang memang tengah sibuk memainkan poms hingga Arni tak bisa mengelak dan berakhirlah mereka di dalam toilet siswa. Kevinpun mendorong Arni ke salah-satu bilik kamar mandi yang memang berjejer 3 itu. "Loe mau Apa HAH!" Pekik Arni kesal, karena ia sekarang di dorong oleh Kevin hingga terduduk diatas wc duduk. Kevin menutup pintu agar tidak ada yang melihat dan mengira mereka sedang melakukan hal-hal yang tidak senooh di sekolah Mata Kevin mengintimidasi dan dingin "Kenapa lo ga ngasih tau gue?" Kening Arni mengkerut semakin dalam "Mak-maksud lo?" "Lo tau apa yg telah mereka lakuin ke gue?" tanya Kevin sambil melipatkan tangannya menandakan keangkuhan. Awalnya Kening Arni mengkerut semakin dalam dan menatap Kevin menantang walau dalam hati ia gugup di tampah takut yang luar biasa. Bagaimana ia tidak takut di dalam toilet itu hanya ada dirinya dan si lelaki songong itu. Sampai otak cantiknya merespon dengan mengerti ucapan Kevin. Ekspresinyapun langsung berubah dan Terdengarlah tawa memebahana milik Arni. "Mbuahahahaahaha, HAHAHAHAHA" Arni masih terus saja menampilkan ekspresi menahan tawa. Jujur ia tak menyangka ternyata apa yang di prediksinya ternyata kenyataan, sejak awal ia sudah mengira hal itu akan terjadi, karena di awal Kevin masuk dari mulai tatapan memuja dan kode-kodean sudah tertangkap oleh Arni, namun sayangnya lelaki songong yang kini berada di hadapannya itu kadar kepekaannya ternyata -10 alias nol/nol besarr. "Ya udah sih ya, awas ah!" Arni berdiri dan mengibaskan tangannya ke arah Kevin namun Kevin menghadang Arni dengan tubuhnya. Arni memutar matanya jengkel. Ketika Arni melawan tiba-tiba pintu terbuka dari arah luar menyebabkan Kevin yang ada di belakang pintu tersungkur ke arah Arni dan Arni yang belum siap menerima tubuh Kevin langsung terjatuh duduk ke lantai dengan Kevin yang berada di dekapannya wajah merekapun berhadapan. Jika ada orang yang melihat posisi mereka saat ini mungkin mereka akan mengira mereka habis melakukan yang 'tidak-tidak' di dalam toilet siswa. Cekrek! Satu Blitz kamera menerangi ke dalam toilet mereka mereka tempati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN