bc

CEO SIMPANAN IDOL

book_age16+
10
IKUTI
1K
BACA
contract marriage
HE
forced
billionairess
drama
actor
like
intro-logo
Uraian

Terlibat perjodohan yang tak dapat dibatalkan dengan seorang CEO saat dirinya sedang berada di puncak karirnya menjadi seorang Idol Kpop tentu bukan hal yang mudah. Apalagi saat Yuna sudah memiliki kekasih yang menemaninya sepanjang karirnya dari bawah hingga sampai sesukses sekarang. Yuna dihadapkan pada pilihan sulit antara mengejar mimpinya dengan menikahi Lee Jeno atau mengorbankan mimpinya dengan memilih bersama kekasihnya Kai.

Kerumitan hubungan Yuna dengan Kai membuatnya terpaksa menerima perjodohan dengan menjadi istri konglomerat yaitu Lee Jeno. Darisanalah awal mula lika-liku perjalanan hidup Yuna.

Bagaimana jadinya jika Lee Jeno yang awalnya mengaku tak tertarik dengan wanita tapi malah terobsesi dengan Yuna? Saat Yuna diam diam masih bertemu dengan kekasihnya di belakang Jeno.

chap-preview
Pratinjau gratis
SKANDAL
“Aku akan dijodohkan.” Kai—cowok yang masih berpakaian lengkap dengan perhiasan sehabis syuting itu seketika tertunduk lemah mendengar penuturan gadisnya. Tatapan matanya yang sayu menyiratkan bagaimana lelahnya dia saat ini. Napas Kai masih tak beraturan ketika berlari dari Loby hingga lantai 30 ini. Kai perlahan mendekat ke arah Yuna—gadis cantik yang tengah meneguk cocktail seperti air mineral, tanpa henti. “Kenapa?” Kai bertanya dengan kepala yang penuh dengan pemikiran pemikiran tentang kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada hubungannya ini. Yuna menengok, menatap Kai balik dengan mata memerah. Tiga botol cocktail dan wine sudah berserakan di penthouse milik Kai itu. Yuna sudah sepenuhnya berada dibawah kendali alkohol. Menangis pun tak ada gunanya. Air matanya seakan mengering setiap malam menangisi hal yang sama. Kai dengan cepat melepas coat yang dia pakai dan memakaikannya dengan perlahan ke tubuh Yuna. Pinggang dan pundak yang terekspose, Kai juga tak bisa menyalahkan gaya berpakaian gadisnya itu karena merupakan bagian dari pekerjaannya. Pikriannya dipenuhi oleh Yuna semenjak managernya memberitahunya kalau Yuna ada di penthousenya semenjak sore tadi. “Papa memberiku dua pilihan. Antara mimpiku atau kau. Mungkin kau bisa membantuku memilih karena mimpi kita sama,” ucap Yuna dengan nada yang sangat rendah. Seakan tak memiliki tenaga lagi untuk mengucapkan kata-kata. Kai menghembuskan napasnya kasar sambil memijat pelipisnya yang sangat pening itu. Hubungannya dengan Yuna, sangat rumit dan menyakitkan. Selain harus berhubungan diam-diam agar tidak diketahui oleh media, ada banyak hal lain lagi yang menentang hubungan mereka termasuk orang tua Yuna, yang berarti dunia pun seakan tak mengizinkan mereka berdua untuk bersama. Tapi mereka saling mencintai! “Ayo pergi dari negara ini. Kita berdua bisa pergi ke tempat dimana hubungan kita bukan merupakan sebuah kesalahan. Semua kesuksesanku saat ini tak akan ada artinya jika tidak bersamamu.” Suara serak Kai seperti duri yang menusuk telinga Yuna, sangat menyakitkan. Yuna menutup wajahnya menahan suara tangisannya. Pundaknya bergerak naik turun. Yuna tak kuat mendengar penuturan Kai. “Apa kau akan merelakan impianmu? Bagaimana aku bisa egois saat kau sedang berada di puncak karirmu saat ini?” Yuna berucap dengan nada yang sedikit tinggi. Keadaan ini membuatnya sangat frustasi. Keluarga Yuna merupakan keluarga yang sangat terpandang di Korea Selatan. Papanya perupakan profesor di SNU dan memiliki beberapa saham di universitas lain. Bundanya merupakan dokter bedah sekaligus direktur rumah sakit. Selain dirinya, semua orang di silsilah keluarganya merupakan orang-orang berpendidikan. Walaupun di mata orang lain Yuna merupakan gadis yang sangat sukses di usia 21 tahun sudah berhasil di karir solonya sebagai Idol sekaligus Artist, tapi di mata keluarganya tidak. Pekerjaan Yuna dianggap sebagai pekerjaan rendahan, hanya karena dia tidak berpendidikan seperti Papa dan Mamanya yang sama-sama bergelar profesor dan doktor. Jika bukan karena mimpinya untuk menjadi artist Hollywood suatu saat nanti, dan membungkam mulut Papanya dengan pencapaiannya nanti, Yuna pasti sudah memilih Kai—orang yang dia cintai sejak awal, yang dia ajak jatuh bangun di dunia hiburan ini selama kurang lebih 5 tahun terakhir. Tak pernah terbayang di pikrian Yuna kalau hubungannya mungkin akan berakhir di sini dan seperti ini. Yuna meneguk kembali minumannya yang entah sudah gelas keberapa itu. Rasa sakit dan kecewa bercampur aduk di pikirannya saat ini. Bahkan alkohol tak mampu untuk membuatnya melupakan masalahnya. “Berhenti! Kau minum terlalu banyak, Yuna.” Kai berusaha merenggut botol cocktail yang terus diteguk oleh Yuna, walaupun tubuhnya sudah susah untuk tegak. “Jangan hentikan aku! Hubungan kita akan berakhir. Apa kau masih bisa tenang dan berpikir jernih? Hah?” Yuna berteriak menyalurkan kemarahannya kepada keadaan yang rumit ini. Kai yang mengetahui Yuna sudah mabuk, hanya bisa sabar. “Itu tidak akan menyelesaikan masalah, berikan padaku!” titah Kai dengan raut wajah menahan amarah. Entah sudah berapa botol yang dia minum sejak sore tadi hingga sekarang. Kebiasaan Yuna tak pernah berubah dari dulu. Kai berusaha merenggut botolnya, tapi Yuna malah semakin gencar meneguknya, seakan kuat menghabiskan seisi botolnya. “KIM YUNAA!!!!” PRANGG!!!!!!!!! Kai berteriak sambil merampas botol itu dan melemparnya asal ke sembarang arah. Botol ini kini pecah berserakan di lantai. “Hubungan kita akan berakhir, Kai. Semua usaha yang kita lakukan sia-sia,” tangis Yuna sambil tertunduk di lantai. Walau mabuk berat, tapi dia tak pernah bertenti menangis. Kai menutup matanya kuat-kuat, seakan tak mampu melihat gadisnya dengan keadaan yang begitu kacau. Perlahan diraihnya tubuh mungil Yuna kedalam pelukannya. Keduanya sama-sama menyalurkan kerinduan yang sangat mendalam. Yuna tetap menangis di pelukan Kai. Di ruang tengah Penthouse berlantai 50 itu, keduanya berpelukan mengeluhkan masalah yang sama kepada dunia. Cinta tak harus bersatu! Mungkin itulah pepatah yang tepat untuk Yuna dan Kai saat ini. “Yuna…..” Kai menyapu halus rambut Yuna yang tergerai bebas sambil memanggil namanya. Kai sudah lama tak mendengar tangisannya lagi, napasnya juga sudah mulai beraturan. Seperti biasa, Yuna terlelap di dalam kesedihan dan kekecewaannya entah sudah yang keberapa kalinya. Kai mengangkat tubuh lemah Yuna ke dalam pangkuannya dan menidurkannya di sofa dekat ruang tengah, tanpa melepaskan sapuan lembutnya di rambut Yuna. Kai menatap kosong ke arah kaca besar yang ada di depannya yang biasanya memperlihatkan pemandangan kota seoul dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi kali ini hanya ada awan yang menyelimuti penthousenya. Setelah lama berkutat dengan pemikirannya yang tak pernah menemukan solusi itu, Kai membaringkan dirinya di sebelah Yuna dan memeluknya erat, seakan ini adalah terakhir kalinya dia bisa memeluk gadis tersayangnya itu. Kai memejamkan matanya, sambil mencium aroma vanilla rambut Yuna. Sudah lama sekali semenjak dirinya dan Yuna menghabiskan waktu bersama. Semenjak kejadian Yuna ketahuan oleh Papanya tinggal di Gedung Penthouse ini berdekatan dengan Kai—pacarnya, Yuna tak pernah lagi bertemu dengan Kai, dan dipaksa pindah ke rumah oleh Papanya yang otoriter itu. Dilihatnya wajah polos Yuna yang tertidur lelap dengan pipi yang masih berair bekas air mata itu. Kai menyentuh wajah Yuna dengan wajah penuh kasih sayang. Nasib Yuna sungguh sangat malang. Mungkin seluruh orang tua yang ada di dunia memohon agar memiliki putri seberbakat Yuna, tapi keluarganya sendiri malah menganggap Yuna aib karena pekerjaannya. Dengan gerakan pasti, Kai melumat kecil bibir Yuna yang begitu menggodanya itu seakan semua kerinduannya tersalur melalui ciuman kecil itu. Drttt…..Drttttt Kegiatan Kai terganggu ketika ponsel Yuna yang berada di meja kaca tak tauh dari sofa tempat mereka tidur berbunyi. Kai bangkit dan meraih ponsel Yuna. Ternyata yang menelfon adalah Leon—manager pribadi Yuna. Kai mengangkatnya dengan cepat karena tau ini pasti hal yang penting atau mendesak. “Yuna sedang bersamaku,” ucap Kai ketika Leon menanyakan keberadaan Yuna. “Apa? Tunangan Yuna?” Kai mengernyit bingung mendengar penuturan Leon. Ada laki-laki yang mengaku sebagai tunangan Yuna tengah menunggunya di tempat shooting iklan yang Yuna datangi sebelum ke penthouse Kai. Kai berbalik dan menatap Yuna dengan raut wajah yang tak dapat dideskripsikan lagi. Kai memegang jemari tangan kanan pacarnya itu. Benar! Cincin berlian melingkar indah di jari manisnya. “Ternyata kau sudah sejauh ini dengannya!”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook