Bab 18

1053 Kata

[INTAN POV] Tidak ada yang bisa tabah setabah hati wanita. Cinta dan kasihnya yang tak pernah putus meskipun telah diacuhkan berulang kali. Dia yang tetap terus berusaha memperjuangkan hak-haknya untuk bisa bertahan hidup. Namun dengan demikian banyaknya kelebihan kenapa wanita selalu ada kurangnya dimata kaum para adam Aku berniat untuk membawakan bekal kotak nasi padanya. Sebisa mungkin aku berjalan dengan tegar. Belum juga aku sampai dikantor dia sudah lebih dulu menelepon. "Kamu ada dimana?" tanyanya saat aku mengangkat panggilan darinya. "Dijalan menuju kantormu." "Diamlah disana aku akan menjemputmu." Dengan perasaan teramat senangnya dev mau menjemputkku bahkan jam belum menujukkan saatnya untuk makan siang pikiranku mulai berputar berbagai pertanyaan, "Apa kita akan pergi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN