Beralih ke keluarga Christopher, mereka mendapat kabar dari bawahannya yang ia suruh untuk mencari keberadaan keponakan nya yang ia cari selama ini. pasalnya mereka belum menemukan jejak dan keberadaan dia selama ini, bahkan Keluarga Christopher sempat putus asa karena tidak menemukan nya dimana-mana. Apakah anak dari sang adik perempuan atau laki-laki, entah apakah mereka masih hidup atau tidak mereka tak tahu.
"Apakah kau sudah menemukan keberadaan princess kita?" Tanya dia dengan gaya angkuh sambil menghisap putung rokok elektrik di tangannya.
"Belum tuan, kami belum menemukan keberadaan nona dan tuan muda. tapi kami masih berusaha mencari keberadaan mereka sampai ketemu dan memberi tahu kepada tuan segera." Kata Bodyguard yang disuruh olehnya untuk mencari keberadaan kedua anak dari keluarga Christopher.
Orang yang duduk sambil menghisap rokok itu ialah Denzel Jake Christopher atau opa dari Atha yang kini menginjak usia hampir 50 tahun namun masih terlihat tampan meskipun wajah nya sudah ada keriput ketampanan tidak akan pudar.
Denzel Jake Christopher atau sering dipanggil Denzel ketua Mafia terkejam di dunia dan dia memiliki beberapa cabang perusahaan di belahan dunia, tak hanya itu saja Denzel lebih memilih tinggal di Belanda dan menetap disana dibandingkan di Indonesia. Karena Denzel ingin menikmati masa tuanya bersama sang istri yang bernama Gina Nesvat Christopher atau dipanggil Oma Gina itu umurnya sudah menginjak 48 tahun karena Denzel dan Gina menikah dengan jarak umur 2 tahun dan menikah Oma Gina menginjak usia 20 tahun.
Mereka dikaruniai 3 putra dan satu putri, yang pertama bernama Alffareo Davin Christopher, kedua bernama Handy Regal Christopher, ketiga bernama Marco Renzo Christopher dan yang terakhir atau anak bungsu bernama Livia Erdine Christopher bunda dari Naya.
"Baik, kau boleh pergi sekarang."
"Baik tuanku, saya ingin memberi tahu bahwa anda sudah ditunggu oleh tuan Reo di ruang keluarga."
"Baiklah saya akan segera kesana, beri tahu pada Reo saya akan datang sebentar lagi." Kata Denzel memberi perintah kepada bodyguard dan dia juga merupakan mata-mata yang ia suruh.
Mata-mata itu bernama Iqbal Maulana bisa dipanggil Iqbal, dia orang kepercayaan Denzel yang paling handal dalam menjalankan tugasnya.bukan hanya itu Saja, ada dua orang lagi yang merupakan orang kepercayaan di keluarga Christopher sejak dulu.
"Baik tuan Denzel saya akan memberi tahu tuan Reo."
"Kalau begitu pergilah." Kata Denzel sambil melanjutkan isap rokok yang belum ia selesaikan, dan mengecek dokumen penting.
Lalu suara ketukan pintu pun terdengar, lalu pintu yang awalnya tertutup pun terbuka dan terlihat seseorang yang membuka pintu sambil membawa secangkir kopi hitam yang dibawanya dengan beralaskan nampan dan ia segera mendekat ke arah Denzel yang masih asik menikmati rokoknya.
"Ini kopinya Honey, dan kau ditunggu oleh Reo di ruang keluarga. temui lah dia sekarang seperti nya dia ingin membicarakan hal yang sangat penting dengan mu." Kata dia sambil meletakkan kopi ke meja, lalu duduk di samping suaminya.
"Setelah minum kopi buatan mu, aku akan menemui Reo. ada apa engkau datang kemari sayang, lalu bagaimana butik mu apakah ada masalah?" Tanya Denzel kepada sang istri yang memiliki butik dan kini kian ramai peminat.
"Butik ku tidak ada masalah Zel, apakah kamu sudah menemukan cucu ku?"
"Belum Gina, tapi tenang saja karena aku akan segera menemukan cucu kesayangan kita itu. Aku sudah sangat menantikan mereka, pasti mereka sangat mengemaskan dan lucu. dan umurnya pasti yang satu setara dengan Atha dan yang satu kini mungkin dia jelas XI, gen kita memang tidak main-main bukan."
"Hahaha, iya gen kita memang tak pernah gagal, kau sebelum buat baca doa dulu. namun pas kita buat Regal kah memikirkan mantan kekasih mu itu sampai sifatnya menurun ke dia Hahaha". Mereka pun tertawa lepas, meskipun sudah tua namun kecantikan Gina tak pernah luntur dan masih cantik.
"Aish ya sudah mari kita menemui Reo, nanti dia bisa mengamuk nanti". Kata Gina, lalu mereka pun turun dan menuju ke ruang keluarga atau ruang kumpul menggunakan lift yang sudah tersedia di rumah mereka.
Di sisi lain, Naya sedang bekerja seperti biasa dan kini cafe cukup renggang tak seperti biasanya yang ramai.
Naya dan teman satu kerjanya pun saling berbincang satu sama lain, mereka sambil menunggu pembeli datang dan juga untuk menjauhkannya dari rasa bosan atau istilah gaulnya Gabut. Naya tertawa mendengar perkataan lucu yang dilontarkan temannya itu, dia seperti pelawak yang selalu membuat lawakan lucu.
"Hahaha sudah kak, Aya tidak tahan ketawa lagi." Naya masih tertawa tanpa henti sampai perutnya sakit karena kelamaan tertawa.
"Kak tadi kakak bilang b*****t kan? itu artinya apa kak?" Tanya Naya dan temannya itu bingung mau menjawab apa, karena Naya memang gadis polos jadi tak tahu dengan kata-kata seperti itu.
"A-anu a-apa ya, itu ada pembeli datang nay, kamu sebaiknya layani saja biar kakak yang membuat pesanannya." Kata temannya mengalihkan pembicaraan dan juga pas banget karena pembeli datang, jadi dia tak perlu menjawab pertanyaan dari Naya.
"Siap kak!" Kata Naya yang bersemangat sambil memberi hormat kepada orang yang dipanggil kakak, ia lebih tua 2 tahun dari Naya.
Dia bernama Zoya Aulia Putri atau kerap disapa Zoya atau Oya, Dia merupakan teman kerja dari Naya yang sudah bersama baik suka maupun duka, karena Zoya sudah menganggap Naya sebagai adiknya sendiri. karena sifat children Naya yang membuat dirinya benar-benar ingin sekali melindungi serta menjadikannya adik. Itulah kenapa Zoya menjadikan Naya sebagai adiknya princess nya yang imut bin polos, ia berjanji akan membuat Naya bahagia selalu dan tidak membuatnya merasa kecewa dan sendiri lagi.
"Selamat datang di cafe kami, silahkan ini buku menunya." Kata Naya yang memberi sambutan serta memberikan buku menu untuk pembeli dan segara mencatat pesannya.
"Coffee latte sama Macaron ukuran kecil, itu saja yang ingin saya pesan."
"Baiklah Coffee latte sama Macaron ukuran kecil, silahkan menunggu pesanan anda akan datang 10 menit lagi." Kata Naya, kemudian dia menunduk lalu ia pergi untuk segera memberikannya pada Zoya yang kini berada di dapur.
Zoya kini bertukar sif dengan Naya, karena pekerja yang satunya sedang mengambil cuti selama seminggu untuk menemani ibunya yang akan melakukan operasi karena ibunya memiliki penyakit dan harus segera melakukan operasi, dia sudah mendapat izin dari atasannya dan Zoya dan Naya lah yang mengantikan pekerjaan dia dan mereka sampai bertukar pekerjaan agar mereka juga bisa saling istirahat agar tidak kelelahan. apalagi daya tahan tubuh Naya cukup lemah dan tidak bisa terlalu lelah sedikitpun, jika itu terjadi maka ia akan demam selama tiga hari serta pusing.
Zoya dan pekerja disini tahu jika Naya memiliki daya tahan tubuh yang lemah, karena mereka sudah menganggap Naya sebagai adik mereka adik kecilnya, adik imut. Karena jika ada seseorang yang menyakiti nya maka mereka tak segan-segan mencari dalang dibalik kejadiannya dan akan mencarinya sampai dapat. tak peduli jika mereka orang terpandang dan banyak kekayaan karena mereka yang bekerja disini merupakan anak yatim-piatu dan mereka sudah terbiasa akan hinaan, cacian dimana-mana. namun mereka berkeyakinan teguh bahwa mereka akan siap jiwa dan raga akan melindungi serta membuat Naya bahagia dan tidak akan lagi merasakan sendiri dalam hidupnya. karena mereka merasa kasihan dan prihatin kepada gadis imut dan polos itu yang hidup sendiri akan kejamnya dunia luar itu apalagi di kota besar seperti Jakarta ini.