Kesehatan Naya

1134 Kata
Naya terus menunduk dan tak berani menatap korban yang ia tabrak, ia masih setia dengan menundukkan kepala sambil meremas ujung rok nya karena saking ketakutannya. Naya matanya sudah berkaca-kaca, karena dirinya siap jika korban ingin memukuli nya. itu sudah biasa jika Naya melakukan kesalahan maka orang itu akan mendorong bahkan mencaci maki dirinya. meskipun Naya sudah meminta maaf kepada orang itu, dan Naya hanya terima saja perlakuan nya. yang terpenting dia sudah meminta maaf jika orang itu tak memaafkannya maka dia ya akan menerima perlakuan dia saja. "Hiks... maaf Naya tidak sengaja, Kamu mau pukul sama tampar Naya boleh kok hiks.. hiks.." Naya menangis sesenggukan sambil mengelap ingusnya yang keluar. "Diam, jangan nunduk nanti mahkota nya jatuh." kata dia sambil membantu Naya bangun. Naya terkejut, kenapa orang ini tidak marah kepadanya seperti yang lain? apakah orang ini merupakan orang baik?. Naya bingung akan perlakuan dia, meskipun dia orang yang irit bicara dan dingin serta datar, namun dia merupakan orang pertama yang baik kepada dia selain kakak dan juga kedua orangtuanya. Dia jadi teringat akan kakaknya yang dulu membantu dirinya jika terjatuh. "A-a terimakasih kak, Kakak tidak akan marah kan? N-naya akan m-melakukan apa yang kakak mau, t-tapi jangan pukul Naya ya." Naya masih trauma akan kejadian yang menimpa dirinya, entah mengapa. "Tidak, saya tidak akan memukul mu." Kata dia yang membuat hati Naya merasa lega karena tak jadi dipukul lagi, karena bekas yang dulu saja belum sepenuhnya hilang. Orang itu lebih tua daripada Naya, kira-kira orang itu umurnya sudah 20 tahun-an,dia tinggi dan juga tampan. itulah ciri-ciri dari orang yang ia tabrak, memang kenyataannya seperti itu. DEG Orang itu merasa tak asing dengan wajah milik Naya, serasa ia pernah melihatnya dan bahkan sering tapi siapa. itulah yang ia pikirkan. kalian mau tahu dia siapa? ya dia ialah Alvin Ferrell Christopher yang merupakan bagian dari keluarga Christopher yang kedua atau kakak dari Atha yang memiliki sifat Dingin, datar dan irit bicara, namun jika bersama keluarga nya dia akan hangat dan sering bicara. "Mata dan wajah itu seperti milik uncle dan aunty, apa benar ini dia, orang yang selama ini kami cari?" Pikir dia dan masih menatap wajah Naya. Naya yang ditatap pun bingung, kenapa dia selalu menatap wajahnya apa ada yang salah dengan wajahnya? atau penampilan nya?. Dan Dia masih fokus kepada pikirannya, sedangkan Naya dia merasa risih dan juga menatap ke arah dia dengan wajah polosnya. "Kakak kenapa diam saja, apa kakak baik-baik saja?" Tanya Naya kepada dia atau kita sebut saja Alvin. "Tidak." "Kalau begitu Naya lanjut jalannya ya kak, udah mau bel juga takut terlambat." "Iya, hati-hati. kalau jalan jangan menunduk nanti bisa ketabrak lagi." Kata Alvin mengingatkan Naya dan mengacak rambut Naya, ia merasa ingin saja gitu. "Iya kak, ih jadi berantakan kan rambut Naya." Naya cemberut dan pipinya mengembung membuat Alvin ingin sekali membawa dan memberi tahu keluarga nya bahwa princess mereka sudah ditemukan. bagaimana dia tahu? jawabnya ada pada Kalung yang dikenakan oleh Naya, hari ini Naya memakai kalung pemberian orangtuanya dulu. Naya selalu menyimpan nya di dalam kotak, tetapi entah mengapa hari ini ia ingin memakainya. mungkin ia sedikit rindu dengan kedua orangtuanya, karena Jiak Naya rindu maka ia akan mengenakan kalung itu dan menangis di kamar sambil memeluk lutut dan kalung itu sungguh malang nasib Naya sang gadis polos nan lugu. "Maafkan kakak ya, nama kakak Alvin Ferrell Christopher panggil saja kak Alvin. Ini nomor kakak, jika ada apa-apa hubungi kakak saja jangan sungkan-sungkan." Kata Alvin memberikan sebuah kartu nama yang disana sudah ada nomor teleponnya. "Iya kak Pinpin, panggil aku Aya saja dan namaku Naila Quenby Nayara kak." Kata Naya dengan senyuman khasnya. "Pinpin?" Alvin bingung kenapa Naya memanggilnya dengan sebutan Pinpin? padahal nama dia Alvin dan jauh sekali dengan namanya dan tidak ada sangkut pautnya juga. "Hum, kak pinpin panggilan kesayangan Aya untuk Kakak. kenapa apa tidak suka?" "Suka kok, ya sudah sana masuk nanti terlambat lalu dihukum loh." Kata Alvin yang senang jika dirinya mendapat nama panggilan khusus dari Naya. "iya kak." Naya melanjutkan jalannya dan menuju kelas, sedangkan Alvin akan kembali ke kantor karena sudah dipanggil oleh sekertaris nya karena ada meeting. Bel istirahat pun berbunyi, ini istirahat pertama dan Naya mengeluarkan bekal yang ia bawa dan segera memakannya dengan lahap. "Nay kamu tidak ke kantin?" kata salah satu temannya bertanya pada Naya yang lagi asyik menikmati makanan yang ia bawa. "No no no, Aya bawa bekal kok nih bekal nya." Kata Naya sambil menunjukan kotak bekal yang sudah setengah ia makan. "Baiklah, kalau begitu kami ke kantin dulu ya Nay." "Iya, sana nanti keburu bel." "Iya dah Naya." Mereka pergi ke kantin, dan Naya kembali melanjutkan makannya yang ia tunda. setelah bekalnya sudah habis, ia merapikan nya dan memasukan wadah bekalnya ke dalam tas, lalu ia pergi ke toilet untuk cuci serta membasuh wajah nya. Tiba-tiba ia merasa pusing, dan wajah Naya sudah pucat dan dia tidak memiliki tenaga padahal dia baru saja makan. Penglihatan yang berkunang-kunang seperti menaiki wahana komedi putar lalu ia ambruk dan pingsan, entah siapa yang ingin menolongnya karena tidak ada seorangpun yang melewati nya. Atha yang melihat seseorang yang sudah terjatuh pingsan dekat toilet pun menghampiri nya, dan mengecek keadaan dia. awalnya ia tak tahu jika itu Naya, ketika ia membalikan badannya ia terkejut karena yang pingsan Naya, orang yang selama ini ia cari dan rindukan, lalu Atha segera membawanya ke UKS dan membaringkan Naya. Setelah sampai di UKS Atha membaringkan Naya di brankar lalu mengambil minyak kayu putih untuk membuat Naya sadar, ia setia menunggu gadis itu terbangun dan membuka matanya yang indah itu. Eughh Suara rintihan terdengar, itu dari arah Naya yang sudah sadar lalu ia duduk dan bingung siapa yang membawanya ke UKS. "Kak Atha? apa kakak yang membawa Naya kesini?" Tanya Naya kepada Atha yang masih menggenggam tangan nya. "Hm, kenapa kamu tiba-tiba pingsan? apakah kamu belum sarapan tadi pagi?" Tanya Atha. "Sudah kak, tadi Naya sudah makan dan baru saja selesai. tapi pas Naya ingin ke toilet tiba-tiba kepala Naya pusing sekali, terus Naya tidak bisa menahannya dan yah lalu Naya tak sadarkan diri dan ditemukan oleh kak Atha." Naya menjelaskan kejadiannya secara rinci kepada Atha dan itu membuat Atha ingin sekali mencubit pipi Naya yang sungguh menggemaskan. "Ih kakak kenapa cubit pipi Naya si, kan sakit hiks..hiks.." "Sudah-sudah maafkan kakak karena kamu terlalu imut dan kakak tak tahan lagi untuk untuk mencubit pipi kamu. makanya jangan gemesin nanti Kakak cubit lagi tuh pipi mirip bakpao." "Huaaa pipi Aya tidak mirip bakpao yah, kakak tata jahat masa pipi aya disamain sama bakpao si, aya gak like sama kakak." Naya memalingkan wajahnya seakan-akan ia marah pada Atha. "Iya maafin kakak ya, udah bantu ingusnya keluar banyak loh." Kata Atha tertawa karena melihat tingkah Naya. itulah kejadian selama di UKS, mereka seperti lupa akan waktu dan Atha lupa akab tujuan nya ingin ke perpustakaan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN