Sulit Ditebak

1521 Kata

Setelah menarik napas cepat, dan mengangguk yakin, aku mulai melangkah pelan ke arah lelaki yang masih terdiam di tempat. Pandangan kami bertemu, bersamaan dengan terdengarnya helaan napas dari lelaki yang aku tinggalkan. - HAPPY READING - Wajah Takiga yang sedang tersenyum semringah, adalah pemandangan yang segera menarik perhatianku begitu melangkah keluar dari dalam lift. Sembari mengatur ritme tarikan napas yang penuh emosi, aku berjalan cepat menghampirinya. "Mas! Ngapain sih, pake ke sini segala?" bentakku tanpa basa-basi. Takiga menyengir. Menampakkan barisan gigi putih yang tertata rapi di balik bibir berukuran tipis miliknya. "Aku—" Perkataan Takiga terpotong dering ponsel yang mendadak berbunyi. Aku melemparkan tatapan galak ke arahnya, sekaligus memberi instruksi untuk men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN