Faris, tetap saja seperti dulu. Selalu baik. Selalu perhatian. Juga selalu, buat aku patah hati. Padahal dulu aku sudah pernah merasakan perasaan ini. Namun, tetap saja. Merelakan dia tidak pernah mudah untukku. - HAPPY READING - Notifikasi pesan singkat keempat kembali muncul memenuhi layar ponsel yang ada di genggaman. Pengirimnya? Tentu saja dari bos tersayang, yang kebetulan sedang dalam proses membuatku jatuh cinta. Niatnya sudah tidak bisa diragukan. Usahanya pun bisa dibilang sangat maksimal. Aku sempat dibuat kehabisan kata-kata. Tadi pagi, Takiga membawakan sarapan saat akunya saja belum mandi, lalu membelikan kopi tanpa diminta, sampai menawarkan diri menemaniku pulang ke apartemen, yang tentunya langsung kutolak saat itu juga. Lagi pula, aku tidak berniat lama-lama di apartem

