Yang jadi pertanyaan adalah, sejauh mana Mama Faris menceritakan kisah cinta anaknya pada mamaku? Apakah hanya sampai nama, atau sampai asal keluarga dan kerjanya di mana? - HAPPY READING - Aku bergegas merapikan meja kerja, begitu melihat jarum pendek di jam dinding ruang kerja Takiga sudah berhenti di angka lima. Saat memeriksa ponsel yang tersimpan di tas, rupanya ada pesan dari Faris yang mengabarkan kalau mamanya baru saja tiba di bandara Changi. "Pulang, Ra?" tanya Takiga memecah konsentrasi. Aku mengangkat kepala. Takiga sedang menatapku lurus-lurus. Menunggu jawaban. "Iya. Mamanya Faris udah sampai Singapur, Mas. Aku enggak perlu lembur kan, hari ini?" tanyaku sambil menyengir. Ia segera menggelengkan kepala. "Enggak. Kamu pulang aja. Aku anter, ya?" "Nggak usah. Mas Takiga

