Run Away

1913 Kata

Bersamaan dengan pergerakan kaki yang semakin cepat, benda di saku celanaku terasa bergetar. Aku memelankan langkah, bermaksud memeriksa sekilas sebelum kembali berlari. Nama Faris muncul di layar yang sekarang terang benderang. Dia baru menelepon sekarang. Mungkin dia baru sadar, kalau aku sudah menghilang. - HAPPY READING - "Kamu mau pindahan?" Itu kalimat pertama yang terucap dari bibir tipis nan menyebalkan milik bosku tersayang, Takiga Ariyo. Aku yang baru bangun tidur, sama sekali tidak terpikirkan jawaban. Mau bilang iya, takut disangka anen-aneh. Kalau bilang bukan, rasanya tidak masuk akal. Sepertinya cuma aku seorang yang pernah membawa dua koper besar hanya untuk menginap selama tiga malam. "Oh, aku kira mau kabur ke Bangkok. Bawaan kamu banyak banget," kata Takiga lagi begi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN