Tangan Takiga sempat terangkat sebentar, seperti ingin mengusap puncak kepalaku. Namun, buru-buru dia turunkan lagi hingga diam di sisi kanan tubuh kurusnya. Jujur saja, aura di antara kami mendadak berubah aneh, dan aku masih belum tahu penyebabnya. - HAPPY READING - Begitu lampu tanda sabuk pengaman padam, hampir seluruh penumpang di dalam pesawat mulai berdiri untuk mengambil barang-barang yang di simpan di dalam kabin. Malah ada beberapa yang langsung meluncur ke arah pintu keluar pesawat. Menunggu pramugari membukakan pembatas dari dunia luar. Tetapi, tidak denganku. Begitu benar-benar membuka mata setelah tertidur di sisa perjalanan, kepalaku terasa seperti sedang naik komedi putar. Pandanganku samar, sementara orang-orang di sekitar seolah sedang bergoyang. "Are you okay, Ra? Kam

