Jam tiga Fanya sudah bangun tidak seperti dulu saat tinggal bersama ayah sambung, kembali seperti saat ibu belum menikah untuk membersihkan pelan-pelan kekacauan jangan sampai mengganggu tidur sang ayah. Dimulai dari dapur membuang semua sampah yang berserakan baik di dalam ataupun di luar kulkas. Entah apa saja yang disimpan ayahnya di dalam lemari pendingin, banyak barang yang tak semestinya masuk. Kulkas sudah seperti selayaknya lemari semuanya masuk, freezer juga tidak tampak lagi celah penuh tertutup salju. Dikecilkan ke suhu minimal dan mulai mengeluarkan semua yang ada di dalam termasuk rak yang sudah berubah warna kekuningan sebelum membersihkan dinding-dinding kulkas. “Hah palu? Pasti bapak mimpi,” Fanya terkekeh geli ada saja yang dilakukan lelaki saat hidup sendiri. Dikelu

