Persiapan demi persiapan telah dibuat untuk menuju pernikahan . Hingga hari yang di tentukan tiba. Aku merasa gugup juga bingung. Ini adalah pernikahan ke lima bagi hidupku. Aku tidak punya cara lagi kecuali untuk bergerak menuju kata iya. Pasalnya di samping aku telah berjanji pada mas Hendrik aku pun telah berkata iya untuk permohonan pernikahan. Semuanya telah disiapkan. Undangan, dekorasi ruang juga kamar pengantin. Tidak ada yang bisa melawan takdir untuk hal yang satu ini. Aku hanya bisa pasrah dan mengikutinya saja. Tidak ada pilihan lain. Sembari berdoa semoga mas Hendrik adalah pilihan yang tepat. Gaun pengantin berwarna putih dengan model sederhana telah ku kenakan. Rambutku diikat dan jilbab putihpun menghiasi kepalaku dengan indah. Polesan make up yang merantai wajahku

