Adegan Piano

1341 Kata

Keesokan paginya, Selena terbangun oleh suara berisik dari dapur. Bukan alarm, bukan dering ponsel, tapi... denting panci yang jatuh, suara blender menyala lalu mati secara tiba-tiba, dan seruan Marion yang terdengar frustrasi namun hidup. "Astaga! Kenapa toaster-nya konslet lagi sih?!" Selena membuka mata pelan. Cahaya matahari menembus tirai jendela kamar Marion yang ia tiduri malam itu, menyisakan semburat keemasan di dinding dan selimutnya. Udara pagi sejuk, tak ada tekanan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, dadanya terasa lebih longgar. Ia bangkit perlahan dari tempat tidur, mengenakan hoodie tipis, dan berjalan ke luar kamar. Begitu keluar, ia langsung disambut dengan pemandangan pagi yang—secara ajaib—chaotic dan menghibur. Marion berdiri di depan dapur mungilnya, rambu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN