TIGA PULUH DUA

1362 Kata

"Maaf, tapi gue nggak bisa nikah sama lo." Tunggu, tunggu... Tomy tidak salah dengar kan? Pukulan Nandeka tadi tidak membuat indra pendengarnya terganggu kan? Bukankah selama ini Septa menginginkan mereka bersama. Bukankah itu semua keinginannya? Lalu kenapa... "Gue nggak bisa ngasih keturunan ke lo dan gue nggak mau mengalami kegagalan berumah tangga untuk yang kedua kalinya." Lanjut Septa. Oh, jadi itu... Tomy lega atas jawaban Septa. Bukan masalah yang berarti. Untuk jawaban itu, Tomy menyunggingkan senyumnya lebar-lebar. Tak lupa pula ia mengacak rambut lembut Septa. "Gue pengen gigit lo jadinya. Gemes!" Yang diacak rambutnya hanya bisa mencibir. Tak bisa berontak ataupun membalas karena Tomy sudah mengunci tubuhnya dalam dekapan. "Lo lupa ya yang bikin lo kayak gini siapa? A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN