TIGA PULUH TIGA

1669 Kata

Tomy sialan! Rutukan dalam hati itu tak henti Septa lontarkan. Bagaimana tak sialan ketika jadwal keberangkatan penerbangan Tomy dan Juni dimajukan sehari lebih cepat. Septa tidak masalah dengan kepergian mereka berdua, tapi kepergian itu mempunyai arti... Ia harus mau menjadi pengasuh—yang mau mengantar jemput, menanyai apakah sudah makan, dan membantu mengerjakan tugas rumah—dadakan si setan kecil Rania. Ini berita buruk! Bagaimana jadinya jika Septa dan Rania hanya berdua saja di rumah dalam jangka waktu 4x24 jam? Bah yang benar saja! Septa menggelengkan kepala—tidak bisa membayangkan apa yang terjadi nantinya. Namun, apapun yang terjadi harus dihadapi. Mau tidak mau Septa harus menerima kenyataan pahit ini. Lagipula ia tidak bisa meninggalkan sesuatu yang sudah diamanatkan. Kalaupun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN