His Father

1314 Kata

Adreno menyimpan dua papan skate kesayangannya di tempat khusus samping pintu masuk. Bibirnya tersungging menawan kala mengingat memori satu jam lalu. Alvira... cewek tomboy dan keras kepala itu kenapa berubah begitu manis di matanya? Ia menepuk puncak papan skate itu sebelum beranjak menuju kamarnya di lantai atas. Tapi, ketika manik kelabunya menangkap bayangan seseorang yang duduk di kursi ruang tamu, langkahnya membatu. Adreno tidak bisa mengendalikan debaran jantungnya yang memukul keras seolah ingin menghancurkan rongganya. Wajah menawannya berubah pucat pasi dengan tangan sedikit gemetar. Adreno menahan dirinya sekuat tenaga sambil menggertakkan gigi. Tatapannya terpaku pada satu titik, sepasang kelereng hitam dari laki-laki paruh baya yang menyorot tegas. "Ayah..." Adreno mencob

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN