Bab 3

1018 Kata
Di dalam ruangan kerjanya Arkana berpikir keras bagaimana agar gadis yang bernama Arayana bisa bekerja di sekitarnya dan tidak jauh dari pantauan pria dingin itu. Tok Tok Tok "Masuk!!" Perintah arkana "Tuan diluar sudah ada beberapa anak magang yang tadi Anda suruh keruangan anda," Arkana mengernyit kan alisnya. "Beberapa? Ya ampun gue lupa kalau ternyata bukan hanya gadis itu yang magang di sini",gumam Arkana. "Tuan..Tuan..,"panggil Adrian dengan heran karena bukannya menjawab pria di depannya malah melamun. "Oh iya suruh mereka masuk",pinta Arkana. "Baik Tuan" jawab adrian yang segera keluar memanggil para mahasiswa magang tersebut. Arayana dan beberapa anak mahasiswa yang lain segera masuk ke dalam ruangan Arkana setelah Adrian menyuruh mereka masuk atas izin Arkana. "Permisi Tuan",ucap mereka serempak sambil membungkukkan sedikit badan mereka tanda mereka menghormati Sang CEO. "Yah kalian boleh duduk di sana", perintah Arkana. Mereka pun segera menuju di sofa yang di tunjukkan oleh Arkana,, "Adrian jelaskan kepada mereka peraturan apa saja di perusahaan ini yang mereka tidak boleh langgar dan mereka harus patuhi", pinta Arkana kepada Adrian. Adrian pun menjelaskan beberapa point penting serta peraturan perusahaan yang harus dipatuhi oleh karyawan yang bekerja di MEXO GROUP . Di lain posisi mata tajam Arkana tidak berhenti memperhatikan Arayana,,merasa di perhatikan Arayana pun sempat salah tingkah dan merasa tidak nyaman serta takut dengan tatapan pria yang diujung sana yang sedang duduk manis di meja kebesarannya. "Ngapain sih dia liatin aku?apa dia masih marah ke aku atau dia dendam ke aku yah gara-gara aku ngatain dia waktu itu,,sebisa mungkin aku harus mengindar dan bekerja di defisi yang jauh dari jangkauannya", batin Arayana. "Oke sekian penjelasan saya,,apa ada yang kalian tidak mengerti? Silahkan bertanya", ucap Adrian yang sudah menjelaskan panjang lebar peraturan di perusahaan. "Baik karena tidak ada yang bertanya saya rasa kalian sudah paham dan jangan sampai ada yang melanggar karena saya sudah beritahu konsekuensinya", lanjut Adrian. "Oke sekarang pembagian defisi untuk kalian", ucap Arkana. "Akhirnya yah,,semoga kita sedifisi Ra", bisik Sera ke telinga Arayana Arayana pun hanya mengangguk mendegar perkataan Sera,,tetapi firasatnya mulai tidak enak karena sedari tadi Pria yang di anggapnya aneh itu tidak berhenti menatap nya. "Semoga dia nggak nyimpan aku di defisi yang aneh", lirih Arayana. "Apa? Tadi kamu ngomong sesuatu Ra?" Tanya Sera karena dia mendengar Arayana mengucapkan sesuatu. "Ah nggak kok,,kamu salah dengar kali",sangkal Arayana. Sera hanya ber Oh ria. Pembagian defisi pun berlanjut semua sudah dapat defisi masing-masing,,begitupun dengan Sera,, Arayana yang sedari tadi tidak di sebutkan namanya merasa bingung karena merasa tidak di tempatkan di defisi manapun.lantas dia memberanikan diri untuk bertanya kepada CEO yang berada di depannya yang tak lain Arkana. "Permisi Tuan,,maaf sebelumnya saya belum di tempatkan di defisi manapun", ucap Arayana. "Defisi sudah penuh", jawab Arkana dengan santainya. Adrian, Arayana,dan Sera serta yang lain sontak kaget mendengar jawaban Arkana. Arayana pun nampak berpikir apakah dia tidak di terima di perusahaan ini,,pupus sudah harapannya. "Maksud bapak saya tidak di terima di sini"? Ucap Arayana dengan hati-hati. "Siapa yang bilang?kamu terlalu cepat menilai rupanya" ucap Arkana dengan bibir yang di sungging kan ke atas. Mendengar jawaban Arkana,, Arayana nampak sedikit legah. "Kamu saya tempatkan sebagai sekertaris pribadi saya karena hanya itu yang kosong". ucap Arkana dengan senyum samarnya saking samarnya tidak ada yang menyadari Pria itu tersenyum. Deeg Arayana syok mendengar ucapan Arkana,,yang tadinya dia sangat ingin jauh dari Pria di depannya itu malah sangat dekat. "Kenapa kamu melamun? Apa kamu tidak mendengar perkataan saya?" Tanya Arkana. "Ah maaf Tuan,,baik dengan senang hati saya menerima posisi tersebut,,jawab Arayana. Arkana hanya tersenyum lalu menyuruh mereka segera keluar untuk menjalani tugas masing-masing. Arayana yang ingin ikut keluar segera di cegat oleh Arkana. "Kamu mau kemana?", tanya Arkana. "Maaf Tuan tapi bukannya anda menyuruh kami keluar untuk menjalan kan tugas masing-masing",jawab Arayana yang sedikit kesal dengan tingkan Pria di depannya. "Sekretaris tempatnya di sini",Tegas Arkana. Arayana yang mendengar perkataan Arkana seketika tegang,,gadis cantik itu berpikir bahwa hari-hari nya selama magang di MEXO GROUP akan sangat melelahkan sepertinya setelah lulus kuliah nanti dia tidak berminat bekerja di perusahaan ini lagi lebih baik dia mencari perusahaan lain saja pikirnya. "Tapi Tuan saya melihat tidak ada meja lagi di ruangan anda dan saya melihat tadi ruangan sekretaris tempatnya berada diluar berdekatan dengan ruangan Asisten Adrian", ucap Arayana karena memang tadi sebelum masuk di ruangan Arkana gadis itu melihat ruangan sekretaris yang berada di samping ruangan Adrian,, Arayana sendiri tadi bertanya-tanya mengapa ruangan sekretaris itu kosong dan sekarang gadis itupun sudah menemukan jawabannya. "Akan di pindahkan di sini" jawab Arkana singkat lalu kembali ke meja kerjanya. "Jadi kapan anda memindahkannya?" Tanya Arayana lagi. Arkana yang kembali mendapatkan pertanyaan dari Arayana hanya mengangkat ke dua bahunya. Arayana yang tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Arkana hanya menarik nafas dan kembali duduk di sofa yang berad di ruangan itu tanpa di minta. "Enak yah Arayana dapat posisi jadi sekretaris Bos ganteng kita". Ucap Anita yang juga menjadi karyawan magang di perusahaan itu. "Enak apanya? Kamu tau nggak kabarnya semua sekretaris Pak Arkana nggak ada yang lebih dari sebulan", ucap gadis lainnya "Hah serius?" Ucap mahasiswi lainnya. "Iya yang gue dengar itu yah Pak Arkana itu orangnya sangat dingin dan menakutkan nggak segan-segan dia beri hukuman yang berat kepada sekretaris nya walaupun hanya masalah sepele,,dia itu sinting nggak sih",ucap gadis yang tadi. Mendengar cerita dari temannya yang lain Sera selaku sahabat Arayana merasa khawatir dengan gadis itu,,bahkan Arayana sedari tadi tidak menunjukkan batang hidungnya. "Duh Arayana gimana kondisi dia sekarang?apa dia sedang di latih militer yah sama Pak Arkana?,"gumam Sera. "Eh Sinta,,lo dari mana dengar kabar seperti itu kalau pak Arkana orang yang seperti itu?" Tanya Sera pada gadis yang tadi bergosip tentang Bos nya itu. "Yah sepupu gue punya teman dan pernah jadi sekretaris di sini," jawab gadis itu. Makin tidak tenang lah Sera karena itu bukan hanya gosip semata. "Gue chat Aryana aja deh untuk mastiin", batin Sera. Dengan segera Sera mengeluarkan handphone nya tapi belum sempat menchat Arayana dia pun di tegur oleh Adrian yang kebetulan lewat di defisi Sera. "Kamuu.. Sera Ardita" seru Adrian yang membuat semua kaget dan sontak melihat ke arah Sera. "Iya pak saya" jawab Sera. "IKUT SAYA SEKARANG", tegas Adrian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN