Chapter 31

713 Kata
Dave memiliki bayangan bahwa seorang Karyna akan begitu membosankan baginya, khususnya dalam hal di atas ranjang. Jangan salah sangka, Dave melihat tampilan Karyna yang di kantor memang cantik. Bukan jenis cantik yang dipoles hingga bayangan wajah aslinya tidak tertebak. Kadar cantik Karyna sudah sewajarnya dimata para pria. Pembawaan yang begitu tegas, disiplin dan otak cerdasnya itu menambah kadar kecantikan Karyna. Bukan main, Karyna tak pernah terlihat jelek meski tak menggunakan riasan wajah padahal tidak memiliki keturunan asing. Lalu, semakin Dave mengenang bagaimana penampilan Karyna setelah menjadi istrinya... perempuan itu bertambah cantik. Teramat cantik. Lebih tepatnya dimata Dave. Sebab, ketika Dave menyadari Karyna seorang perawan sempat terbesit bahwa Karyna tak semenarik itu untuk menggodanya. Sebab perempuan polos tidak sepenuhnya bisa menarik bagi sebagian pria. Puncak dari betapa cantiknya Karyna dimata Dave adalah ketika malam pertama mereka. Bagaikan sebuah grafik, kecantikan Karyna yang mulanya berada dititik terendah naik menjadi pada klasemen tertinggi dan tidak turun lagi. Sebab Dave merasa sudah tak bisa menilai perempuan cantik lain ketika di dalam kepalanya memutar bayangan Karyna yang teramat cantik ketika telanjang bulat. Oh, Dave semakin mengeras karena bayangan saja. Padahal, Karyna sedang mempermainkannya sekarang. Menggesek karena rasa kesalnya, sengaja membuat Dave memohon tetapi tak dikabulkan oleh Karyna sejak pembicaraan mereka usai mengenai Karyna yang tidak akan membiarkan Dave direbut siapapun. Hidung Karyna menghidu aroma dari kulit wajah hingga leher suaminya. Mengecup perlahan setiap incinya, menguasai dengan memberikan hembus napas yang panas akibat gesekkan keduanya. "Ryn..." panggil Dave dengan suara tertahan. Karyna menyeringai, menyukai suara yang jelas tersiksa itu. "Kenapa?" "Aku mau kesepakatan baru." Karyna tidak langsung panik dengan memundurkan wajahnya dari tengkuk Dave. Perempuan itu justru menjilatnya dan sengaja memberi bekas gigitan serangga yang dapat dilihat oleh orang lain jika Dave menyingkap kerah kemejanya atau malah hanya memakai kaus tanpa kerah. "Soal apa?" "Soal—" geraman dari bibir Dave semakin membuat candu Karyna. "Jangan!" Pria itu menahan tangan Karyna yang hendak turun dan membuka celana Dave segera. Tatapan protes Karyna segera dijawab oleh Dave dengan, "Jangan langsung ke menu utama. Aku nggak bisa fokus, Ryn. Kamu—eugh..." Kembali Dave menggeram bak pria kesetanan ketika Karyna sengaja menggerakan tangannya untuk mengurut milik Dave dari balik celana tidur pria itu. "Ryn..." "Kamu, apa? Kenapa nggak dilanjut, hm?" Berusaha tidak terlalu diluar kendali, Dave menatap wajah istrinya dengan bibir terbuka dan matanya terbelah dengan nikmat. "Kamu terlalu cantik... kalo bikin h***y begini." Karena dipuji, Karyna tidak segan untuk menurunkan tubuhnya dari pangkuan dan segera berlutut di pinggir ranjang. Membuka celah kaki sang suami, bergerak s*****l menarik celana bahan itu turun hingga ke dengkul Dave. Ketika akses tidak bisa Dave sembunyikan untuk Karyna, pria itu mendongak cepat begitu pucuknya dijilat rendah beserta dengan kecupan memercik precum milik Dave. "Sayang, aku belum selesai ngomong. Urgh!" Tahu sensasi ketika mendengar suara bariton hingga membuat seluruh tubuh bergidik? Ya, itulah yang Karyna rasakan. Tubuhnya geli, begitu suara bariton suaminya menyapa gendang telinga bukan hanya gaungannya yang keluar diakhir tapi juga panggilan sayang Yang begitu saja keluar. "Nanti, kita bisa bicara nanti, Dave." Balas perempuan itu menggantikan sesaat kinerja bibir dan lidah dengan tangannya. "Sekarang, aku mau kamu panggil sayang-sayang terus kalo begini." Dave tidak sanggup membendung keinginannya untuk bermain lebih sedikit keras. Tangan kanannya spontan saja menekan kepala Karyna lebih dalam, menjambak rambut panjang perempuan itu sekaligus tak menariknya terlepas dari kegiatan mengulumnya. Dave suka, puas dan menginginkan penuh tubuh serta kemampuan sang istri. "Argh—sayang, jangan berhenti! f**k, Karyna! Sialan ini enak, yeah!" Karyna melesakkan rongga mulutnya hingga menampung Dave secara penuh. Pelepasan pertama ditadah dalam mulut Karyna. Meski tak suka dengan tekstur aneh tersebut, Karyna memilih tak menelannya melainkan menyebarkannya di atas kulit kejantanan serta bagian perur bawah pria itu. Meratakan dan menjadikannya landasan pacu yang lebih licin berpelumas lebih alami. Saat Karyna berada di atas Dave kembali, memasukkannya dengan pelan tetapi terbawa arus untuk mempercepat, Dave langsung teringat sesuatu yang sangat penting dalam keadaan semacam ini. Ditekannya pinggul sang istri, segera memeluk tubuh atas Karyna agar tidak sembarangan bergerak mempercepat diri. Dan memang, Karyna langsung tak menyukai tindakan Dave saat menginginkan lebih. "Dave!" "Calm down, Sayang. Tenang. Kamu harus ingat kalo kita nggak bisa main sembarangan dulu." Dave mengusapkan tangannya pada permukaan perut Karyna. "There's special 'thing' inside you. Jangan diajak battle ring seperti biasa, Ryn." Menyadari dirinya terlalu ceroboh, Karyna langsung turun dari pangkuan Dave dan memposisikan diri telentang. "Kamu yang gerak di atas. Aku sepertinya akan lepas kendali lagi karena bawaan hormon kalo kamu nggak terus menerus ingatkan, Dave."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN