Sebastian menurunkan tubuh Diandra ke atas kasur dengan tenang, gerakannya penuh kendali. Lambat, tetapi pasti, seolah menikmati setiap detik yang berlalu.Begitu punggungnya menyentuh permukaan kasur, Diandra langsung bergerak. Tanpa ragu dan tanpa jeda. Langkahnya sigap, nyaris mencapai pintu Namun sebelum jemarinya sempat menyentuh kenop, klik.! Sebastian lebih dulu mengunci pintu. Diandra baru saja hendak mencari celah untuk meloloskan diri, tetapi sebelum sempat bergerak lebih jauh, sebelah tangan Sebastian sudah mendarat di sisi tubuhnya, menahan langkahnya tanpa ruang untuk kabur. Punggungnya bersandar pada tembok yang dingin, napasnya sedikit tersengal. Sementara itu, Sebastian berdiri di hadapannya. Terlalu dekat, nyaris tanpa jarak di antara mereka. Tatapannya dalam, gelap

