Dua Puluh Tiga

840 Kata

Bintang mengitari kota Bandung bersama Senja, seperti memutar kenangan yang pernah terjadi saat itu, membuka kembali memori yang hampir terlupakan. Motor besar Bintang berhenti di sebuah taman, hanya remang-remang lampu taman yang menerangi gelapnya malam, juga bintang tetap bersinar di atas sana. Keduanya duduk di bangku panjang yang tersedia di sana, laki-laki itu membuka jaket yang dia pakai lalu menyampirkan ke punggung Senja. "Biar lo nggak kedinginan," ujarnya. "Kenapa lo bawa gue, padahal di sana tadi ada Flora? Bintang menggosokkan telapak tangannya, berharap dinginnya bisa sedikit berkurang. "Refleks, hati gue yang langsung minta buat bawa lo pergi. Gue nggak bisa mikir apa-apa lagi." Selama ini ada pertanyaan yang selalu Senja pertanyakan di hatinya, tapi dia belum kunjung me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN