Ayana menggulingkan badannya di atas kasur. Ia gelisah bukan main. Azam sangat cuek padanya tadi di bandara. Bahkan sepanjang perjalanan di mobil juga. Rahma malah di suruh duduk di belakang dan Azam duduk di depan menemani sopir. “Mas Rama pinjem spidol ...” suara Rama mengalihkan lamunan Ayana. Ia menatap Kaka laki lakinya yang ia sebut “Bar bar binti engga punya aturan itu ...” “Ketok pintu, salam. Udah di kasih tau kalau setan di larang masuk, masih masuk juga ...!” “Makasih loh ya Dek, udah mau ngingetin derajat Abang kamu ini ...” Rama tersenyum dengan paksa. Ia setingkat dengan setan rupanya. Dia yang notabennya adalah Kaka kandung Ayana. Sedangkan Azam setingkat dengan berhala mungkin, sampai Ayana memujanya. Men

