Agni - 29

1892 Kata

“Ibu beneran enggak mau ikut? Bian sama Ayah mau jalan-jalan lho.” Agni terkekeh sambil menunduk, mensejajarkan tubuhnya dengan Abian yang kala itu masih berumur tujuh tahun. Diusapnya pipi tembem bocah itu dengan lembut. “Enggak sayang, Ibu lagi ada kerjaan. Jadi Abian sama Ayah dulu. Tapi, ingat, jangan lupa...?” tanya Agni sambil menunggu jawaban anaknya. “Oleh-oleh!” Agni tergelak mendengar seruan bersemangat Abian. “Bukan sayang, tapi kalo dikasih Ibu mau kok.” Dasar Ibu-ibu. “Bian harus ingat, jangan jauh-jauh dari Ayah dan enggak boleh nakal.” “Bian enggak nakal,” ujarnya dengan bibir cemberut. Agni yang gemas melihat bibir anaknya yang manyun, segera menciumi seluruh wajah dan bibir anak itu hingga si korban hanya bisa terkikik geli. “Iya, anak Ibu enggak nakal kok.” Dari kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN