“Ayoo Kak Biann!” “Bentar Kak Bian pake jaket dulu.” “Daffi udah enggak sabar,” ujar bocah itu dengan mata berbinar. Abian yang sedang menaikan resleting jaketnya terkekeh, setelah merasa sudah siap, ia menggandeng Kadaffi keluar dari kamarnya. “Nanti kita beli apa aja Kak Bian?” tanya Kadaffi sambil mendongakan kepalanya ke arah Abian. “Beli apa aja boleh,” jawab sang Kakak. “Tapi, Daffi enggak ada uang.” Bibir bocah itu menjadi cemberut, ia Tidak memiliki uang dan ia lupa untuk meminta uang pada Abimanyu. Bagaimana bisa ia membeli makanan di depan komplek nanti? “Kakak yang bayarin dong.” “Wah! Benaran Kak? Makasih Kak Bian.” Kadaffi melompat-lompat sangking senangnya. Abian tiba-tiba terkejut ketika bocah itu memeluknya kemudian mengangkat kepalanya dengan cengiran khas Kadaffi.

